| Salah satu lokasi rumah masyarakat di Kecamatan Kerambitan, Tabanan yang akan mendapatkan bantuan |
HardysPeduli – Menjelang dimulainya program bedah rumah oleh HardysFoundation di Kabupaten Tabanan yang merupakan rangkaian dari agenda HUT Ke 521 Kota Tabanan, Pengurus HardysFoundation bersama Dinas Sosial Kabupaten Tabanan melakukan survey langsung ke rumah 2 (dua) calon penerima bedah rumah di wilayah Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Hadir saat itu Ary Widiartha selaku Executive DirectorHardysFoundation yang didampingi oleh Nyoman Bantera (Dinas Sosial Tabanan), Wy Rusmini (Petugas Kesejahteraan Sosial Desa Sembung Gede, Kerambitan), Gst Nym Puspawan (Kadus Batuaji Kawan Kaja) dan Nengah Gunarja (Kadus Batuaji Kawan Kelod). Bentera menyatakan survey adalah bagian dari prosedur program bedah rumah. “Survey ini dilakukan sebagai wujud transparansi dan penyajian data yang benar sesuai kondisi di lapangan bahwa masyarakat yang diajukan untuk mendapatkan Beda
h Rumah memang layak untuk mendapatkan” ungkapnya.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Gst Ayu Wayan Sumerti (43) di Banjar Batuaji Kawan Kaja, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Gst Ayu Wayan Sumerti saat ini tinggal di sebuah rumah yang sudah tidak layak huni bersama Ibu (Gst Ayu Made Suryani) dan adiknya (Gst Putu Suastika,34 th). Dulunya Gusti Ayu Wayan Sumerti bekerja sebagai buruh suwun nyuh, tetapi karena sempat mengalami kecelakaan dan cedera pada kakinya, ia tidak bisa melanjutkan pekerjaan tersebut dan beralih sebagai buruh ngulat ingka. Sebagai tulang punggung keluarga Ia harus bekerja keras karena adiknya mengalami keterbelakangan mental dan ibunya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja.
Lokasi kedua adalah rumah Ni Ketut Ranti (76 th) di Banjar Batuaji Kawan Kelod, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Saat ini Ni Ketut Ranti menghabiskan masa tuanya bersama adik kandungnya Ni Ketut Renci (74thn) di sebuah balai tua tanpa dinding yang dulu dibuatkan oleh keluarga. Semasa hidupnya Ni Ketut Ranti pernah menikah dan mempunya seorang anak namun saying saat masih berusia 2 tahun anaknya meninggal akibat sakit begitu juga dengan suaminya yang juga telah meninggal. Adiknya Ni Ketut Renci sendiri belum pernah menikah. Saat ini mereka hanya mengandalkan belas kasihan sanak saudaranya yang lain untuk bertahan hidup.
Ary Widiartha menyampaikan proses bedah rumah ini akan dimulai pada awal bulan November dengan sistem gotong royong. “HardysFoundation menyiapkan material bangunan sedangkan pengerjaannya bekerjasama dengan tukang dari desa setempat yang dibantu oleh keluarga penerima, Ini bertujuan untuk meningkatkan rasa memiliki dan memastikan kualitas bangunan terjaga baik” ungkapnya. “Total anggaran yang diberikan untuk dua unit rumah adalah senilai Rp. 55.000.000 atau Rp. 27.500.000 per unit, nominal tersebut sudah termasuk bahan, ongkos tukang serta isi dari rumah tersebut yang meliputi almari dan kasur” imbuh alumni Universitas Mahendradatta Bali ini.
Kepala Desa Sembung Gede, saat ditemui di kantornya menyatakan dua penerima yang mendapatkan bantuan tersebut sangat tepat diberikan, karena kondisi kesejahteraan sosialnya memang sangat rendah. “Terimakasi kepada HardysFoundation dan Dinas Sosial Kabupaten Tabanan yang telah membawa program bedah rumah ini ke daerah kami, semoga program ini bisa terus berlanjut“ ujarnya. (aws)



0 komentar:
Posting Komentar