Kamis, 30 Oktober 2014
Rabu, 29 Oktober 2014
Selasa, 28 Oktober 2014
HardysFoundation Serahkan 130 Paket Sembako Kepada Masyarakat Kurang Mampu di Wilayah Banjar Pabean, Desa Ketewel, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar
| Director Executive HardysFoundation usai melakukan penandatanganan MoU dengan Ketua K3S Gianyar dalam menjalin kerjasama sosial |
Program penyerahan bantuan paket sembako berjumlah 135 paket tersebut, merupakan program kedua setelah sebelumnya dilaksanakan penyerahan tahap pertama pada Sabtu, 13 September 2014 lalu.
Selain dihadiri langsung oleh Ketua K3S Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra., hadir pula mendampingi Kepala Desa Ketewel, Wayan Gede Wijaya. Dari HardysFoundation, hadir Wakil Ketua Umum Bidang Sosial, Setyanto Budi Nugroho,SH., dan Putu Ary Widiartha, SH., selaku Executive Director HardysFoundation.
Menurut Ary, kegiatan HardysPeduli yang diselenggarakan HardysFoundation di HardysSupermarket Pabean tersebut, merupakan bentuk tanggungjawab perusahaan yang telah menjadi budaya dalam setiap pembangunan unit bisnis baru baik di Bali, Jawa Timur dan NTB., “Konsep yadnya dalam mengawali setiap pengembangan bisnis baru merupakan budaya perusahaan yang telah diletakkan oleh founder serta termuat pada visi dan misi perusahaan”ungkapnya.
![]() |
| Penyerahan sembako secara simbolis oleh Setyanto Budi Nugroho (Wakil 1 HardysFoundation) dan Ketua K3S Gianyar kepada Kepala Desa Ketewel. |
Ketua K3S Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani menyatakan mendukung pelaksanaan program HardysPeduli karena secara nyata dan langsung membantu masyarakat Gianyar yang membutuhkan. “Semoga kegiatan HardysPeduli di Kabupaten Gianyar dapat berjalan berkelanjutan dan semakin luas menjangkau masyarakat yang benar-benar memerlukan”ujarnya.
Ir. Gede Agus Hardyawan, Pendiri sekaligus Ketua Umum HardysFoundation didampingi Ketut Rukmini Hardy,SP.,selaku Pembina menyambut baik terlaksananya kegiatan di HardysSupermarket Pabean ini. Pengusaha yang akrab disapa Gede Hardy tersebut menjelaskan, sebagai perusahaan lokal Bali yang terus berupaya untuk bertumbuh dan berkembang menjadi kebanggaan masyarakat Bali harus menghadapi berbagai tantangan baik secara langsung maupun tidak langsung. “Hanya dukungan dari masyarakat sekala dan niskala yang bisa membuat kami bertahan dan mampu terus bertumbuh di tengah kompetisi dan berbagai tantangan saat ini”ujarnya.
Menurut pengusaha yang akrab disapa Gede Hardy tersebut, prinsip yadnya yang didasari atas ketulus ikhlasan menjadi bagian terpenting dalam proses pengembangan sebuah bisnis, apalagi di tanah Bali, tanah yang ber-taksu “kami dedikasikan HardysFoundation ini kepada masyarakat Bali, dan melalui kerjasama yang baik dengan stakeholder, kami yakin kedepan HardysFoundation akan bisa terus berbuat lebih banyak”pungkasnya.
sumber : http://blog.gruphardys.com/?p=3743
Senin, 27 Oktober 2014
HardysFoundation Siap Wujudkan 10.000 Kartu BPJS Kesehatan Gratis
Rancang bentuk kerjasama dengan BPJS, fasilitasi dan danai pembuatan 10.000 Kartu BPJS Kesehatan bagi masyarakat di seluruh Bali
Jaminan kesehatan sebagai salah satu hak dasar masyarakat, mendapatkan prioritas penting dalam program HardysFoundation tahun 2015. Salah satunya adalah program fasilitas dan pendanaan pembuatan 10.000 Kartu BPJS Kesehatan bagi masyarakat di seluruh Bali.
Hal ini disampaikan oleh Ir. Gede Agus Hardyawan, Presiden Direktur Grup Hardys Holdings sekaligus Pendiri dan Ketua Umum HardysFoundation di Head Office GH Holdings, saat ditemui di Jalan Tukad Pakerisan 100 X, Panjer – Denpasar 80115 pada Jumat (24/10), kemarin.
Didampingi Pembina Yayasan, Ketut Rukmini Hardy,SP., dan Executive Director HardysFoundation, Putu Ary Widiartha,SH.,
pengusaha yang akrab disapa Gede Hardy tersebut menyampaikan bahwa program 10.000 Kartu BPJS Gratis untuk masyarakat Bali akan diproyeksikan menjadi satu kesatuan program fasilitasi sekaligus edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat benar-benar paham apa dan bagaimana menggunakan Kartu BPJS Kesehatan tersebut. “program ini kami harapkan mampu menjembatani pemerintah dan masyarakat, terutama memberikan fasilitasi dan edukasi sehingga program BPJS Kesehatan, benar-benar maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat”ujarnya.
Menurut Gede Hardy, pertumbuhan Grup Hardys Holdings, melalui 9 core business utama yakni ; HardysRetail (PT. Hardys Retailindo), Hardys Property (PT. Hardys Propertindo), HardysLand (PT. Hardys Realtindo), HardysHotels (PT. Hardys Hotel Indonesia), HardysAgro (PT. Bali Agro Lestari Indah), HardysFunzone (PT. Sarana Rekreasi Keluarga Indonesia), HardysInvestment (PT. Hardys Corpora), HardysTrans (PT. Sarana Transportasi Indonesia Indah), dan HardysAdvertising (PT. Sarana Media Advertindo), tidak terlepas dari dukungan masyarakat Bali sehingga menjadi kewajiban perusahaan untuk berupaya terus berbuat bagi masyarakat melalui program – program sosial dan kemanusiaan.
Hal senada juga ditegaskan Ketut Rukmini Hardy,SP., Pembina HardysFoundation yang aktif sebagai Komisaris Utama Grup Hardys Holdings ini menyambut baik program 10.000 Kartu BPJS Kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya mewujudkan program Indonesia sehat sebagaimana visi pemerintah Indonesia. “Kami mohon doa restu masyarakat dan seluruh stakeholder agar program ini bisa berjalan dengan lancar” imbuhnya.
Sebelumnya, HardysFoundation diwakili oleh Wakil Ketua Umum Bidang Sosial, Setyanto Budi Nugroho dan Putu Ary Widiartha, SH., Executive Director HardysFoundation telah bertemu dengan Kepala Pemasaran BPJS Regional Bali – Nusra, Bapak Yerri Gerson bertempat di Kantor BPJS Regional XI, Jalan Puputan Renon-Denpasar pada Kamis (23/10). Yerri Gerson menyatakan menyambut baik partisipasi perusahaan maupun lembaga sosial dalam mensukseskan program BPJS tersebut.
Sumber : http://blog.gruphardys.com/?p=3752
Jumat, 24 Oktober 2014
Jelang Pemberian Bantuan Bedah Rumah Serangkaian HUT Kota Tabanan Ke-521, Executive Director HardysFoundation Lakukan Survey Langsung Ke Rumah Penerima
| Salah satu lokasi rumah masyarakat di Kecamatan Kerambitan, Tabanan yang akan mendapatkan bantuan |
HardysPeduli – Menjelang dimulainya program bedah rumah oleh HardysFoundation di Kabupaten Tabanan yang merupakan rangkaian dari agenda HUT Ke 521 Kota Tabanan, Pengurus HardysFoundation bersama Dinas Sosial Kabupaten Tabanan melakukan survey langsung ke rumah 2 (dua) calon penerima bedah rumah di wilayah Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Hadir saat itu Ary Widiartha selaku Executive DirectorHardysFoundation yang didampingi oleh Nyoman Bantera (Dinas Sosial Tabanan), Wy Rusmini (Petugas Kesejahteraan Sosial Desa Sembung Gede, Kerambitan), Gst Nym Puspawan (Kadus Batuaji Kawan Kaja) dan Nengah Gunarja (Kadus Batuaji Kawan Kelod). Bentera menyatakan survey adalah bagian dari prosedur program bedah rumah. “Survey ini dilakukan sebagai wujud transparansi dan penyajian data yang benar sesuai kondisi di lapangan bahwa masyarakat yang diajukan untuk mendapatkan Beda
h Rumah memang layak untuk mendapatkan” ungkapnya.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah Gst Ayu Wayan Sumerti (43) di Banjar Batuaji Kawan Kaja, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Gst Ayu Wayan Sumerti saat ini tinggal di sebuah rumah yang sudah tidak layak huni bersama Ibu (Gst Ayu Made Suryani) dan adiknya (Gst Putu Suastika,34 th). Dulunya Gusti Ayu Wayan Sumerti bekerja sebagai buruh suwun nyuh, tetapi karena sempat mengalami kecelakaan dan cedera pada kakinya, ia tidak bisa melanjutkan pekerjaan tersebut dan beralih sebagai buruh ngulat ingka. Sebagai tulang punggung keluarga Ia harus bekerja keras karena adiknya mengalami keterbelakangan mental dan ibunya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja.
Lokasi kedua adalah rumah Ni Ketut Ranti (76 th) di Banjar Batuaji Kawan Kelod, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Saat ini Ni Ketut Ranti menghabiskan masa tuanya bersama adik kandungnya Ni Ketut Renci (74thn) di sebuah balai tua tanpa dinding yang dulu dibuatkan oleh keluarga. Semasa hidupnya Ni Ketut Ranti pernah menikah dan mempunya seorang anak namun saying saat masih berusia 2 tahun anaknya meninggal akibat sakit begitu juga dengan suaminya yang juga telah meninggal. Adiknya Ni Ketut Renci sendiri belum pernah menikah. Saat ini mereka hanya mengandalkan belas kasihan sanak saudaranya yang lain untuk bertahan hidup.
Ary Widiartha menyampaikan proses bedah rumah ini akan dimulai pada awal bulan November dengan sistem gotong royong. “HardysFoundation menyiapkan material bangunan sedangkan pengerjaannya bekerjasama dengan tukang dari desa setempat yang dibantu oleh keluarga penerima, Ini bertujuan untuk meningkatkan rasa memiliki dan memastikan kualitas bangunan terjaga baik” ungkapnya. “Total anggaran yang diberikan untuk dua unit rumah adalah senilai Rp. 55.000.000 atau Rp. 27.500.000 per unit, nominal tersebut sudah termasuk bahan, ongkos tukang serta isi dari rumah tersebut yang meliputi almari dan kasur” imbuh alumni Universitas Mahendradatta Bali ini.
Kepala Desa Sembung Gede, saat ditemui di kantornya menyatakan dua penerima yang mendapatkan bantuan tersebut sangat tepat diberikan, karena kondisi kesejahteraan sosialnya memang sangat rendah. “Terimakasi kepada HardysFoundation dan Dinas Sosial Kabupaten Tabanan yang telah membawa program bedah rumah ini ke daerah kami, semoga program ini bisa terus berlanjut“ ujarnya. (aws)
Langganan:
Komentar (Atom)












