Kamis, 19 Maret 2015

TIM IMPELEMENTASI GCG GRUP HARDY HOLDINGS RUTIN LAKSANAKAN RAPAT KOORDINASI

Ary Widiartha
Ary Widiartha (Direktur Eksekutif HardysFoundation) Saat Memimpin Rapat Tim Implementasi GCG GH Holdings

Tahun ini memang akan menjadi tahun yang sangat bersejarah bagi Grup Hardys Holdings, dua momentum besar akan terjadi diantaranya ujian kesiapan Grup Hardys menghadapi MEA 2015 dan yang kedua adalah pelaksanaan IPO (Initial Public Offering) Grup Hardys Holdings melalui salah satu anak usaha yakni HardysProperty.
Momentum ini harus dipersiapkan dengan baik, salah satunya adalah melalui pembentukan Tim Implementasi GCG (Good Corporate Governance / sistem tata kelola perusahaan yang baik). Tim ini memegang peran penting untuk mengawal pelaksanaan GCG di perusahaan dalam proses menuju IPO. Demikian disampaikan oleh Ketut Rukmini Hardy (Presiden Komisaris Grup Hardys Holdings) dalam sambutannya saat memimpin apel awal bulan februari di Head Office Grup Hardys Holdings (Jl. Tukad Pakerisan No.100 X Denpasar). “Kami dijajaran komisaris memberikan otoritas khusus kepada Tim Implementasi GCG untuk melakukan pengawasan dan memberikan perbaikan di seluruh unit bisnis Grup Hardys Holdings agar tim ini mampu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya” ungkap Ketut Rukmini.
Sejak dideklarasikan pada bulan juli 2014 tim implementasi GCG GH Holdings sudah aktif dalam menjalankan tugas-tugasnya. Banyak agenda strategis yang telah berjalan diantaranya sosialisasi implementasi GCG di seluruh unit bisnis Grup Hardys, atensi kasus-kasus yang terjadi di Grup Hardys baik kasus internal maupun eksternal, memberikan rekomendasi kepada komisaris terkait kebijakan-kebijakan penting untuk perusahaan, membuat standar-standar kerja di perusahaan (SOP), memberikan koreksi dan perbaikan terhadap SOP yang tidak update untuk kondisi saat ini dan lain sebagainya.
Grup Hardys Holdings memang perusahaan besar, membawahi lebih dari 40 unit bisnis melalui 9 core binis yakni HardysRetail, HardysProperty, HardysLand, HardysHotel, HardysAgro, HardysFunzone, HardysInvestment, HardysTrans dan HardysADV tidak menjadi kendala bagi Tim Implementasi GCG dalam melaksanakan tugasya. “Semua kami mulai dari perencanaan atau planning, dengan planning yang baik sudah pasti action akan mudah dijalankan. Kami membiasakan diri untuk rutin melakukan rapat mingguan setiap hari jumat meski sibuk dengan tugas sehari-hari di perusahaan selaku peran diluar Tim Implementasi GCG seperti Bapak Abdi Negara yang sebagai Direktur Corporate Secretary, Bapak Ketut Semara sebagai LP Division Head, Ibu Desak Dalem sebagai Sekretaris Komisaris, Ibu Komang Nursanthi sebagai Internal Auditor AFR Division Head dan saya sendiri sebagai Direktur Eksekutif HardysFoundation, kami tetap bisa membagi waktu dan menuntaskan semua agenda bulanan” ungkap ary. “bulan ini kami akan menjadwalkan untuk memanggil seluruh pimpinan unit usaha Grup Hardys ke Head Office untuk memberikan pemahaman GCG kepada mereka dan mereview implementasi GCG yang telah tanpa sadar mungkin mereka langgar selama ini”  pungkas alumni SI Universitas Mahendradatta ini.

DIREKSI GRUP HARDYS HOLDINGS TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)

Seluruh Direksi GH Holdings di depan Hardys Restaurant (Matsury Garden Japanese Restaurant)

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi komitmen penting Grup Hardys Holdings dalam memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Hal ini menjadi salah satu poin hasil Rapat Dewan Komisaris yang dihadiri Direksi pada Jumat (27/2) bertempat di Matsuri Japanese Resto, BTDC Nusa Dua.
I Made Abdi Negara,S.Sos., Director Of Corporate Secretary & Compliance menjelaskan seusai rapat bahwa poin penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi salah satu keputusan penting yang dikeluarkan Dewan Komisaris. “Hal ini akan ditindaklanjuti dengan penguatan Internal Auditor dan mendorong Tim Implementasi Penerapan GCG yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk lebih aktif”jelasnya.
Ditambahkan Abdi, pelaksanaan GCG tidak hanya diterapkan di Holdings Company saja, namun yang jauh lebih penting, poin – poin Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi serta Kewajaran dan Kesetaraan wajib menjadi acuan dalam pelaksanaan operasional di sembilan core business GH Holdings yakni ; HardysRetail (PT. Hardys Retailindo),  HardysMalls (PT. Hardys Propertindo) , HardysLand (PT. Hardys Realtindo), HardysHotel (PT. Hardys Hotel Indonesia) , HardysAgro (PT. Bali Agro Lestari Indah), HardysFunzone (PT. Sarana Rekreasi Keluarga Indonesia), HardysInvestment (PT. Hardys Corpora) , HardysTrans (PT. Sarana Transportasi Indonesia) dan HardysAdvertising  (PT. Sarana Media Advertindo).,
Komisaris Utama Grup Hardys, Ketut Rukmini Hardy,SP., dalam keterangannya menyatakan peran Dewan Komisaris sangat strategis dalam memastikan penerapan Good Corporate Governance (GCG) diterapkan di setiap unit bisnis yang terafiliasi di Grup Hardys Holdings. Hal ini dilakukan, karena selain merupakan bagian dari visi dan misi perusahaan, penerapan GCG menjadi acuan untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dan perundangan yang berlaku. “Hal ini menjadi tujuan terpenting kami, untuk memastikan kepatuhan dalam perusahaan telah berjalan dengan baik”tegasnya.
Rukmini menjelaskan, dalam kompetisi bisnis yang sangat tinggi  dan dalam posisi Grup Hardys sebagai perusahaan lokal, maka kepatuhan sangat penting agar mampu bersaing dan terus berkembang. “Gempuran kompetisi yang cukup tinggi dan komitmen untuk terus bertumbuh dan berkembang, mengharuskan setiap unsur kepatuhan menjadi poin penting”pungkasnya.

Peduli Binatang, Ary Widiartha (Direktur Eksekutif HardysFoundation) Jalin Komunikasi Dengan BAWA (Bali Animals Walfare Association)

Ary Widiartha (Direktur Eksekutif HardysFoundation) bersama Tim BAWA

BAWA (BALI ANIMAL WELFARE ASSOCIATION) adalah suatu organisasi yang memajukan kesejahteraan hewan di bali, bertempat di Jl. Monkey Forest 100x, Ubud, Bali. Pada tanggal 2 Maret 2015, hadir ke head office Grup Hardys Holdings Bpk Sean Evans selaku Manager Edukasi BAWA (Bali Animal Welfare Association) bersama Yakiyo Sato. Dijelaskan bahwa Misi dari BAWA ini adalah menolong hewan yang sakit ataupun menderita serta mengendalikan populasi dan meningkatkan kesehatan anjing jalanan di Bali. Salah satu kegiatan BAWA yaitu adopsi. Adopsi di sini memberikan hewan peliharaan yang telah di selamatkan dan divaksinasi oleh BAWA kepada orang/keluarga yang ingin mengadopsi hewan tersebut.
Dalam kesempatan ini BAWA  ditemui langsung oleh Ary Widiartha (Executive Director Hardys Foundation) dan Ibu Nila Wahyuni (Tenant Relation Division Head). Disampaikan langsung oleh Ibu Yakio Sato bahwa tujuannya datang  bermaksud untuk menjalin kerjasama mengadakan “Adoption Day” di cabang HardysMalls. Adoption Day disini yaitu acara dimana orang dapat melihat anjing lalu langsung bisa mengapdosinya. Dalam Acara ini, Koordinator adopsi BAWA beserta dokter hewan BAWA akan hadir membawa 6 – 12 anak anjing yang akan diadopsikan. Disini Sean Evans ( Manager Edukasi) BAWA, menginginkan BAWA (Bali Animal welfare Association) dan HardysFoundation terjalin kerjasama yang bermanfaat.
Pertemuan hari ini tgl 2 Maret 2015 menghasilkan kesepakatan awal untuk menjalin kerjasama antara BAWA dan HardysFoundation, dalam waktu dekat ini, BAWA akan mengadakan langsung Edukasi dan Adoption Day di salah satu cabang HardysMalls yang berlokasi di Sesetan.
Ary Widiartha (Executive Director) hardys Foundation menyatakan akan mensupport kegiatan yang nantinya akan direncanakan dilakukan pada tanggal 29 maret 2015. Ary juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan bukan hanya 1 kali, tetapi juga akan dilakukan secara berkesinambungan di seluruh cabang Hardys.

Jaga Kinerja Perusahaan, Ary Widiartha bersama Tim Implementasi GCG GH Holdings Deklarasikan "HardysSehat"

Tim Good Corporate Governance Grup Hardys Holdings

Rapat Tim Implementasi GCG di Minggu pertama bulan Maret 2015, pada Jumat 6 Maret 2015 pukul 20.00 – 22.00 Wita, salah satunya berhasil merumuskan sebuah jargon baru sebagai aktualisasi pelaksanaan implementasi GCG yakni ; HardysSEHAT (Tanpa Fraud, Tanpa Suap, Tanpa Korupsi).
Bertempat di Sandat Room Head Office, diskusi malam antara tim GCG sempat cukup liar dan jauh kedepan. Tujuannya hanya satu, yakni bagaimana implementasi GCG bisa dengan softtersosialisasi dan dipahami sebagai bagian dari culture oleh seluruh Insan Grup Hardys Holdings.
Jargon HardysSEHAT adalah sebuah visi untuk memastikan perusahaan terhindar dari penyelewengan dan kecurangan yang mengakibatkan kerugian perusahaan serta secara nyata mengancam keberlangsungan perusahaan.
Tim Good Corporate Governance (GCG) memiliki kepentingan besar untuk merealisasikan visi dan misi perusahaan, menjadikan GCG sebagai budaya yang tidak terpisahkan dari gerak langkah dan tujuan seluruh Tim yang ada didalamnya.
HardysSEHAT, mengajak seluruh insan GH Holdings tanpa terkecuali menjadi bagian dari dukungan besar kepada perusahaan untuk bisa survive dan sustainable.
Rumusan HardysSEHAT akan segera disusun oleh Tim Implementasi GCG, karena tuntutan integritas dan sosialisasi pentingnya “kesehatan”perusahaan terus terjaga cukup mendesak untuk mampu mendorong pesatnya pertumbuhan perusahaan yang sangat cepat baik secara organik maupun un organik.
Semoga HardysSEHAT menjadi sebuah momentum baru untuk spirit TRANSFORMASI TIADA HENTI GRUP HARDYS.
Salam GCG,
Tim Implementasi GCG
- Abdi Negara
- Desak Dalem Sugiani
- Nurshanti Rahayu
- Ary Widiartha
- Semaradana

Tingkatkan Kompetensi Tim, Ary Widiartha (Direktur Eksekutif HardysFoundation) Rutin Beri Pelatihan Kepada Tim HardysFoundation.

Ary Widiartha memberikan pelatihan kepada Tim Operasional HardysFoundation

Bisa dikatakan semangat 45 untuk GRUP HARDYS, dimana semangat ini  dikibarkan dalam meningkatkan keahlian tim, GRUP HARDYS kini mengadakan  peningkatan keahlian. Keahlian yang dimagsud disini yaitu keahlian untuk  kinerja. GRUP HARDYS yang biasa disingkat GH, bulan ini mengadakan peningkatan – peningkatan keahlian dengan cara mengadakan kompetensi. Kompetensi ini dipersiapkan melalui teori – teori tentang bagaimana, fungsi, dan tujuan kompetensi tersebut. Kompetensi keahlian ini akan diikuti oleh semua GRUP HARDYS ( GH ), Khusnya HARDYS FOUNDATION. Salah satu cara ini menjadikan peran penting untuk kinerja masing – masing personil.
Pada bulan februari, adalah bulan dimana masing – masing personil akan siap dengan dilakukannya kompetensi. Kompetensi ini sebagian sudah dilakukan oleh masing – masing GH ( Grup Hardys ) Khususnya bagi personil HARDYS FOUNDATION juga telah melaksanakan Training Kompetisi keahlian yaitu membuat artikel suatu kegiatan yang telah dilakukan. Pembuatan artikel ini tidak hanya penting bagi personil HARDYS FOUNDATION saja namun juga penting bagi personil direktorat lain yang berhubungan. Fungsi dan tujuan yang utama untuk  dilaksanakannya pembuatan artikel yaitu ingin meningkatkan kompetensi masing-masing personil dan setiap kegitan atau penyerahan bantuan harus dipublikasikan. Kompetensi keahlian pembuatan artikel ini sangat penting, dimana suatu kinerja  dari personil akan dipublikasikan ke ke Koran, majalah, blog, dll. khususnya bagi personil HARDYS FOUNDATION, pembuatan laporan atau artikel ini akan sangat berguna.
Kompetensi training ini langsung dipandu oleh Ary Widiartha (Direktur Eksekutif Hardys fondution ). Disini menegaskan “ bahwa pentingnya pembuatan artikel bertujuan untuk bagaimana cara kita untuk kinerja suatu perusahaan, pembuatan artikel ini tidak hanya semata – mata tuntutan dari pekerjaan, melainkan untuk kita juga, sebenarnya  pembuatan artikel ini sangat asik kok, kita bekerja menjadi lebih professional, tidak hanya sebatas sekedar bekerja dan menyibukkan diri” Ungkapnya.
Egi Saputra ( Reporting & Publication staff Hardys Foundation ) mengatakan training ini sangat bermanfaat, “ Training ini sangat memantapkan saya untuk mebuat laporan yang baik dan benar, dimana selama ini saya hanya membuat suatu ungkapan yang sederhana atau biasa di bilang cuma sekedar membuat. Tapi dengan adanya artikel ini , apresiasi saya ingin membuat laporan menjadi lebih sempurna dan lebih mengkwalitaskan pekerjaan” ungkapnya sambil senyum.

Komitmen HardysFoundation Peduli Penderita Disabilitas "HardysFoundation Serahkan Bantuan Kepada Panti Asuhan Dria Raba"


Pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa yang melaju dengan cepat merupakan suatu kebanggan Negara di mata dunia, dimana bila suatu bangsa mampu mengikuti perkembangan Negara lain dari segi ekonomi, namun di satu sisi masih terdapat bangsa – bangsa yang tidak mampu berkembang dengan baik bahkan meskipun berkembang, tapi perkembangan tersebut tidak mampu dirasakan oleh semua warganya. Fenomena kemiskinan, kelaparan, putus sekolah, kekurangan gizi, masih sering terdengar di masyarakat. Adanya penderita Disabilitas  merupakan salah satu dari sekian banyak akibat dari hal tersebut. Di Bali sendiri cukup banyak masyarakat yang menderita Disabilitas seperti Tuna Netra, Tuna Rungu, Tuna Wicara, Tuna Daksa, dll. Penderita – penderita tersebut sebagian dirawat di panti, namun sayang karena keterbatasan anggaran, sebagian panti – pantipun membatasi penerimaan anggota/anak pantinya.
Panti Asuhan Dria Raba salah satunya, panti khusus Disabilitas yang beralamat di Jl. Serma Gede, No 11, Sanglah, Denpasar – Bali, saat ini merawat lebih dari 40 anak penderita Disabilitas. Ir. Ida Ayu Pradnyani Manthara selaku Ketua Panti Asuhan Dria Raba menyampaikan anak – anak pantinya (Dria Raba) sangatlah kreatif “kami mendidik mereka agar memiliki keahlian – keahlian yang bermanfaat di tengah keterbatasan yang mereka miliki, banyak dari mereka yang pintar menyanyi, bermain gitar, seruling dan alat – alat musik lainnya, bahkan mereka juga pintar dalam bermain catur” Ungkapnya
Perempuan yang tergabung dalm anggota FKLKS (Forum Koordinasi Lembaga Kesejahteraan Sosial) kota Denpasar ini. Menambahkan Panti Asuhan Dria Raba meski jarang mendapat bantuan dari pemerintah, tetapi tidak pernah mengurangi hak anak pantinya, utamanya kaitan dengan gizi, kesehatan, dan pendidikan.
Ari Widiartha, SH (Direktur Eksekutif Hardys Foundation) didampingi Suwi Yadnya (kepala Divisi Oprasional Hardys Foundation) saat menerima kunjungan Ida Ayu Pradnyani di Head Office GH Holdings menyampaikan rasa bangganya atas usaha dan perjuangan kemanusiaan yang dilakukan Dria Raba. Wakil Ketua Forum CSR Badung inipun menyampaikan komitmennya dalam memberikan bantuan kepada Dria Raba, “Hardys Foundation siap memberikan bantuan secara berkala kepada Dria Raba” Ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut Hardys Foundation langsung menyerahkan bantuan kepada Panti Dria Raba yang diterima langsung oleh Ir. Ida Ayu Pradnyani Manthara.

TERJUN DALAM GERAKAN PENYELAMATAN LINGKUNGAN "ARY WIDIARTHA JALIN KOMUNIKASI KERJASAMA DENGAN INDONESIAN FOREST FOUNDATION"

Ary Widiartha bersama Ketua Indonesian Forest Foundation
Membutukan kerjasama dari semua pihak jika ingin melaksanakan program penyelamatan lingkungan, bicara masalah lingkungan sama halnya dengan membicarakan masa depan bumi beserta seluruh isinya, manusiapun ada didalamnya untuk itu semua manusia mempunyai tanggungjawab yang sama dalam melakukan penyelamatan lingkungan. Hal tersebut disampaikan Ary Widiartha, Direktur Eksekutif HardysFoundation disela-sela pertemuannya dengan Gede Tatak Suhartana, SE.Ak (Head Of Teasurer Indonesia Forest Foundation) di Head Office GH Holdings, Jl. Tukad Pakerisan No.100X Denpasar.

Ary menegaskan menurutnya kondisi lingkungan di Bali sudah mulai tidak seimbang, ekosistem Bali seperti pesisir, hutan dan lingkungan urban dalam situasi lampu merah karena kurangnya kesadaran masyarakat Bali akan hal tersebut, "penebangan hutan liar semakin marak, seharusnya kita semua sadar pentingnya hutan untuk keselamatan umat manusia" tegasnya.

Ary yang juga sebagai pengurus Forum CSR Kabupaten Badung dan Pengurus APSAI (Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia) Kabupaten Gianyar ini menyatakan dukungannya kepada pemerintah untuk menindak tegas pelaku ilegal loging, "saya bersama teman-teman di organisasi lingkungan akan memberikan dukungan semaksimal mungkin dalam program penyelamatan lingkungan, utamanya dalam melakukan sosialisasi-sosialisasi penyelamatan lingkungan" ujar lulusan Universitas Mahendradatta ini.

Hal serupa juga disampaikan oleh Gede Tatak Suhartana, Tatak yang juga merupakan salah satu dosen tamu di Universitas Warmadewa ini menyampaikan organisasi yang dipimpinnya (red-Indonesia Forest Foundation) memiliki misi menyelamatkan lingkungan melalui gerakan nyata berupa penanaman pohon untuk penghijauan.


Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk menjalin kerjasama antara HardysFoundation dengan Indonesia Forest Foundation yang dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan MoU.